Jumat, 07 Mei 2010

Berpikir Positif

Seperti yang telah saya bahas pada kekuatan pikiran, pikiran mempunyai andil yang sangat besar untuk kita melakukan sesuatu, baik sesuatu yang benar ataupun tidak benar. Namun, mana yang lebih penting antara tindakan dengan berpikir positif? Jawabanya adalah pikiran positif dengan tindakan sebenarnya tidak bisa dipisahkan. 

Hanya orang yang berpikir positiflah yang akan bertindak dengan benar. 
Sebaliknya orang yang bertindak dengan benar, berarti dia sudah berpikir positif.

Saat diri kita sudah menerima kesadaran kita. Kesadaran tersebut meresap ke dalam pikiran bawah sadar kita, maka kita pun akan bertindak, karena kita sadar bahwa segera bertindak itu perlu dan karena kita sadar bahwa kita tidak perlu takut gagal. Artinya, berpikir positif dan bertindak tidak bisa dipisahkan. Saat orang mengaku sudah berpikir positif tetapi belum bertindak, sebenarnya dia belum berpikir positif. 

Saat ada orang yang sudah bertindak dengan baik dan mengatakan tidak perlu berpikir positif, sebenarnya dia sudah berpikir positif, hanya saja dia tidak tahu apa itu berpikir positif.

Berpikir positif dapat mebuat kita menjadi sehat, jauh dari penyakit, dan membuat semua menjadi lancar. Sebagai contoh dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, jika kita berpikir negatif, maka kita akan sering merasa kesal, marah, dan terkadang sampai stres namun jika kita berpikir positif semua permasalahan akan ditanggapi dengan senyuman. Dengan begitu otot-otot dalam tubuh tidak tegang. Jadi, mencobalah berpikir positif dalam kehidupan sehari-hari.




Sumber:
http://www.motivasi-islami.com/tindakan-atau-berpikir-positif/

Ketika Ibuku Berpulang

            Waktu itu umurku masih 13 tahun, tepatnya masih duduk di bangku Sekolah menengah pertama kelas 2. Kurang lebih enam bulan ibuku sakit Diabetes dan dirawat di rumah sakit. Saat itu, pagi hari tepatnya tanggal 10 Agustus 2002 aku menelepon ibu untuk mengabari bahwa aku ingin mengikuti lomba puisi tanggal 11 Agustus 2002 di sekolah dan tidak bisa menjenguk ke rumah sakit. Ibuku dengan bahagia mengijinkan aku untuk ikut lomba puisi tersebut, tetapi ketika sore hari entah kenapa aku merasa rindu sekali pada ibuku dan semua badan terasa sakit dan gelisah. Tidak lama kemudian suara telepon rumah bendering dan aku segera mengangkat telepon tersebut. Ternyata yang menelepon adalah bapa. Dengan suara terburu-buru bapa bilang aku harus segera ke rumah sakit. Akupun panik dan memaksa kakakku untuk segera ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, aku melihat semua saudaraku berpakaian hitam, disitu aku merasa ada sesuatu yang tidak baik dengan ibuku. Ternyata ibu sudah dipindahkan ke ruang ISOLASI dan sudah tidak sadar. Bapa menyuruh aku dan kakakku meminta maaf pada ibu yang terkujur lemah tidak sadar. Disamping ibuku, aku meminta maaf atas semua kesalahanku selama 13 tahun aku dirawat.
            Selama 13 tahun aku dirawat ibuku, aku seorang anak hanya bisa membuat kesalahan, manja, makan minta disuapin, dan bahkan pernah sampai membuat ibuku menangis hanya karena berantem kecil dengan kakakku. Semua orang mengenal aku sebagai anak yang manja. Tepat pada tanggal 11 Agustus 2002 tepat jam 24.00, saat melihat ibu terkapar lemah dan tidak bernyawa, aku hanya bisa menyesal dan menangis di depan jenazah ibuku meminta maaf karena selama ibu hidup aku belum bisa menjadi anak yang baik untuk dia. Aku merasa ini semua balasan dari Allah karena aku belum bisa menjadi anak yang Sholehah. Tiap hari aku merenung dan berpikir sekarang aku adalah anak Piatu anak yang sudah tidak mempunyai ibu di masa remajanya dan di saat-saat sangat membutuhkan seorang ibu. Aku selalu ingat pesan ibu seminggu sebelum ibu meninggal. Ibu berpesan agar aku bisa menjaga rumah, dan tidak sering berantem dengan kakakku (yang sebenarnya wajar untuk kakak dan adik), dan bisa menjaga bapa dan Mas Ayub (kakakku) karena aku hanya satu-satunya perempuan di rumah sekarang, dan tidak pacaran dulu sampai aku lulus SMA.
            Awalnya aku merasa ini semua berat, hidup tanpa seorang ibu di masa-masa remaja. Tapi aku berjanji pada ibuku untuk bisa menjadi penggantinya walaupun pada saat itu aku tidak bisa melakukan apa-apa selain belajar dan bermain. Selama berbulan-bulan, aku lupa kalau sekarang posisi aku tidak seperti dulu. Aku masih sering teringat jika aku pulang sekolah dan les yang aku cari pertama kali adalah “IBU”, setiap ibu pulang kerja membawa oleh-oleh, sebelum ibu berangkat kerja ibu masak makanan kesukaan aku yaitu “Sayur Bayam dengan lauk Ati Ampela ayam” tapi sekarang setiap pulang sekolah dan les, rumah sepi karena bapa dan Mas Ayub belum pulang kerja dan sekolah, tidak ada yang masak sarapan “Sayur Bayam” lagi. Saat kelulusan aku mendapat peringkat pertama di kelas, tapi aku tidak bisa merasakan ciuman ibu di tengah lapangan basket seperti waktu kelas 1 aku mendapat peringkat kedua.
            Saat aku duduk di bangku 1 SMA, aku merasa semakin dewasa akupun belajar untuk masak sendiri walupun sealakadarnya. Setiap Minggu, aku harus membereskan rumah yang selama seminggu tidak dibersihkan karena setiap pulang sekolah aku harus belajar dan mengerjakan PR. Setiap aku rindu, aku hanya bisa melihat dan mencium fotonya dan terkadang sampai mengeluarkan air mata. Terkadang aku iri kepada teman-temanku yang selalu bercerita tentang ibunya apalagi pada saat hari ibu. Mereka bisa menyiapkan kado terindah untuk ibunya, tetapi aku hanya bisa mengunjungi makam ibuku dan memberinya kado “taburan bunga dan sebuah doa dari anak yang selalu menyayanginya sampai kapanpun”. Tetapi terkadang aku sangat menyayangkan pada teman-temanku yang bercerita kepadaku mereka sering berantem atau membentak ibunya apabila ibunya menyuruhnya melakukan sesuatu. Mereka belum merasakan menjadi anak yang hidup tanpa seorang ibu. Mereka belum merasakan bagaimana pentingnya peran seorang ibu di kehidupan seorang anak. Aku hanya tidak ingin mereka menyesal seperti aku yang belum bisa membalas budi kepada ibuku.
            Aku jadi bisa mengambil kesimpulan, kalau di balik semua cobaan yang Allah kasih ke aku itu ada hikmahnya. Hikmah yang sangat bisa aku petik yaitu menjadikan aku anak yang luar biasa, dewasa dalam berpikir, dan lebih menghargai orang tua yang sudah banting tulang membesarkan aku dan menyekolahkan aku sampai perguruan tinggi. Aku percaya Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hambanya. Jadi, jalani hidupmu dengan penuh senyuman dan ketabahan walaupun cobaan itu menghadangmu. Aku yakin ikatan batin seorang anak dan ibu sangat kuat dan tidak tergantikan. 

Musuh adalah "Sahabat" Tersembunyi

Tahukah kamu? Siapa orang yang paling sering memperhatikan kita? Siapa orang yang membuat kita bisa menjadi lebih baik? Siapa orang yang sebenarnya lebih mengetahui kelemahan dan kejelekan kita daripada sahabat-sahabat kita? Jawabanya adalah "Musuh". Percaya atau tidak musuhlah yang selalu memperhatikan kita setiap hari, musuhlah yang membuat kita bisa intropeksi diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, musuhlah yang selalu mecari kelemahan dan kejelekan kita setiap saat, jadi sebenarnya musuhlah yang lebih memahami dan memperhatikan kita setiap harinya. 
Antara sadar atau tidak, kebanyakan musuh adalah sahabat baik kita. Kebanyakan dari kita, bila membenci seseorang, kita akan menjadi lebih peka dan perihatin pada musuh kita tersebut. Benar atau tidak? Bahkan tanpa disadari jika musuh kita tersebut berbeda jenis kelamin, kita bisa jatuh cinta pada musuh kita. Musuh memang terkadang membuat kita tidak nyaman dalam melakukan sesuatu, ada saja tingkah laku kita yang menurut mereka salah. Namun terkadang musuhlah yang membuat kita merasa terhibur, membuat kita merasa mempunyai teman yang selalu memperhatikan kita, membuat kita menjadi sadar akan kekurangan kita untuk segera intropeksi diri. Musuhlah yang dapat menerima kita apa adanya, menjadi teman kita dari kejelekan dan kelemahan kita bukan dari kelebihan kita. Dialah orang yang sebenarnya membuat hari-hari kita menjadi bermakna. Itulah yang pernah saya alami pada saat saya bersekolah di sekolah tingkat pertama.


Kamis, 06 Mei 2010

Pikiran Memiliki Proses Yang Kuat

Berpikir itu sanagt membutuhkan waktu sekejap dan berpikir itu sederhana. Namun menurut buku "terapi berpikir positif karangan Dr.Ibrahim Elfiky yang saya baca, pikiran memiliki proses yang kuat dari tujuh sumber yang berbeda. Tujuh sumber itu memberi kekuatan luar biasa pada proses berpikir dan menjadi referensi bagi akal yang digunakan setiap orang, entah disadari atau tidak.

1. Orang Tua

Proses berpikir yang pertama adalah orang tua. Dari orang tua kita belajar tentang kata-kata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, perilaku, norma, keyakinan agama, prinsip, dan nilai-nilai luhur. Itulah proses berpikir pertama yang kita terima dari orang tua. 

2. Keluarga

Setelah orangtua, kita melihat dari keluarga yaitu saudara laki-laki, perempuan, kakek, nenek, paman, bibi, dan anak-anak mereka. Dari mereka akal menangkap informasi baru dan menggabungkan informasi yang ada.

3. Masyarakat

Masyarakat adalah orang-orang yang berkomunikasi dengan kita yaitu tetangga, tukang sayur, sopir taksi, dan semua orang yang tinggal di lingkungan kita. Akal mengikat informasi dari luar dan disatukan dengan informasi yang sudah tersimpan di bawah alam sadar kita.

4. Sekolah

Lingkungan sekolah yang dimaksud adalah ucapan, perilaku, dan sikap para guru atau pengelola sekolah. Karena sekolah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pembelajaran maka kita akan dengan mudah meniru apa yang ada di sekolah, baik yang positif maupun negatif.

5. Teman

Teman itu paling penting selain orang tua. Teman adalah bukti kebebasan dan bukti penerimaan masyarakat. Dalam berteman, kita sendiri yang menentukan pilihan, tanpa pengaruh orang tua, jadi merupakan aktualisasi diri pertama dalam kehidupan.

6. Media Massa

Siaran televisi juga samgat mempengaruhi kekuatan proses berpikir kita. 

7. Diri sendiri

Pikiran itu lebih dalam dan lebih kuat daripada yang Anda bayangkan. Berpikir melahirkan pengetahuan, pengalaman, nilai, keyakinan, dan prinsip. Pikiran menjadi titik tolak bagi tujuan dan mimpi-mimpi. Pikiran bisa jadi penyebab penyakit kejiwaan dan fisik. Pikiran bahagia membuat kita bahagia dan pikiran sengsara membuat kita sengsara.




Sumber :


Buku "terapi berpikir positif" Karangan Dr.Ibrahim Elfiky

Kebaikan -kebaikannya Yang Membuat Saya Menyukai Anak Kecil

Awalnya saya tidak begitu menyukai anak kecil karena saya pikir mereka hanya merepotkan dan terkadang membuat kesal karena tindakan mereka. Namun, semakin dewasa saya jadi sangat menyukai anak kecil. Bagi saya anak kecil patut kita contoh sifatnya tapi bukan untuk menjadikan sikap kita yang kekanakan. Lihatlah anak-anak TK dan SD, mereka seperti tidak punya masalah selalu riang dan gembira. Anak kecil juga sering bicara apa adanya(jujur), penuh rasa sayang tanpa syarat. 
Anak kecil, utamanya bayi dan balita memang sangat pemaaf. Mereka tak pernah mempunyai rasa dendam, meskipun kita dengan sengaja menyakiti mereka. Mungkin sesaat mereka akan menangis dan marah, tetapi beberapa menit kemudian hanya tawa renyah yang menghias bibir. Boleh dibilang, dunia mereka adalah dunia penuh dengan kegembiraan. Seorang bayi yang ditinggal mati oleh orang tuanya tidak pernah merasa sedih atau khawatir karena mereka belum tau apa-apa.  Bandingkan dengan diri kita, orang-orang dewasa ini. Kehilangan barang yang tak seberapa saja, sibuknya bukan main. Apalagi kehilangan orang tua, orang dewasa akan menangis dan akan sedih yang berlarut-larut.
Dari pengalaman yang saya lihat, saya menyimpulkan bahwa ada banyak kebaikan yang dimiliki oleh anak-anak yaitu menyayangi tanpa syarat, jujur, apa adanya, riang gembira, senang belajar, rasa ingin tahu yang besar, tidak pendendam, mudah memaafkan, dan senang tertawa. Itulah kebaikan-kebaikan mereka yang membuat saya jadi mencintai anak kecil. Saya tidak malu bermain bersama mereka, karena dari merekalah saya mendapat banyak pelajaran, dan saya bahagia di tengah-tengah mereka.

Seandainya Saya Teman Gayus

Pernyataan seandainya saya teman Gayus adalah suatu pernyataan yang sebenarnya tidak saya harapkan. karena tentu saja saat Gayus melakukan korupsi dengan memakan uang pajak dari masyarakat Indonesia saya tidak ingin terlibat sedikitpun dalam hal korupsi. Mendengar kata korupsi saja sudah membuat saya terkadang naik darah. Mengapa mereka tidak bersyukur sama sekali dengan penghasilan yang saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehai-hari. tetapi tetap saja memakan uang rakyat yang seharusnya bisa digunakan untuk memberantas kemiskinan di negara Indonesia.
Namun jika memang seandainya saya teman Gayus, sebelum dia melakukan tindakan korupsi tersebut saya akan mengingatkan bahwa lebih baik bersikap jujur dan selalu bersyukur kepada Allah karena Allah telah memberi rejeki kepada dia sebagai pegawai pajak dengan penghasilan yang lebih dari cukup. Jika Gayus tidak mendengarkan nasehat saya dan dia tetap melakukan tindakan korupsi apa boleh buat, saya akan tetap berpihak kepada kebenaran walaupun Gayus adalah teman saya. Saya tidak akan membela dia sekalipun dia teman saya karena tindakan dia sangat merugikan warga negara Indonesi khususnya orang miskin. Tidak adil untuk para orang miskin yang untuk sesuap nasi saja sulit mendapatkannya, namun Gayus bisa dengan seenaknya memakan duit yang juga berasal dari rakyat. Sungguh memalukan!

Hubungan Softskill dengan Korupsi

KORUPSI, itulah satu kata yang sering kita dengar dan tidak asing lagi untuk warga negara Indonesia. Negara Indonesia menduduki peringkat pertama dalam hal korupsi dengan mencetak skor 9,07 dari nilai 10. Angka ini naik dari 7,69 poin tahun lalu. Posisi kedua ditempati Kamboja, kemudian Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Makao, Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Australia dan Singapura sebagai negara yang paling bersih. Korupsi merupakan perilaku yang tidak wajar atau tidak ilegal yang dilakukan oleh pejabat publik dengan cara tidak legal memperkaya diri dan menyalahgunakan kekuasaan publik yang telah dipercayakan kepada mereka dan tidak menguasai softskill pada saat mereka masih menuntut ilmu.
Saat ini pendidikan di Indonesia dibekali dengan softskill untuk menyeimbangi hardskill. Proses belajar mahasiswa  mengacu pada kemampuan mengaktualkan dan mengorganisir segala pengatahuan dan ketrampilan yang dimiliki masing-masing individu dalam menghadapi segala jenis pekerjaan berdasarkan basis pendidikan yang dimilikinya (Hardskill). Dengan kata lain peserta didik memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka dapat bersaing untuk memasuki dunia kerja. Sedangkan 2 landasan yang terakhir mengacu pada kemampuan mengaktualkan dan mengorganisir berbagai kemampuan yang ada pada masing-masing individu dalam suatu keteraturan sistemik menuju suatu tujuan bersama. Maksudnya bahwa untuk bisa menjadi seseorang yang diinginkan dan bisa hidup berdampingan bersama orang lain baik di tempat kerja maupun di masyarakat maka harus mengembangkan sikap toleran, simpati, empati, emosi, etika dan unsure psikologis lainnya. Inilah yang disebut dengan Soft Skill.
Mengingat pentingya soft skill dalam upaya membentuk karakter mahasiswa, maka strategi pembelajaran yang bisa dikembangkan adalah dengan mengoptimalkan interaksi antara dosen dengan mahasiswa, mahasiswa dengan mahasiswa, dosen dengan mahasiswa dan lingkungan, serta interaksi banyak arah. Disamping itu perlu juga kreativitas dosen untuk mampu memancing mahasiswa untuk terlibat secara aktif, baik fisik, mental, sosial dan emosional. Dengan demikian bila hal itu sudah terbiasa dilakukan oleh mahasiswa maka akan terbawa nantinya bila mereka terjun di dunia kerja dan di masyarkat.


Sumber:

Proposisi

Kalimat proposisi tidak dapat digunakan pada kalimat-kalimat berikut:
1. Kalimat tanya, contoh : Mengapa kamu harus menyelesaikan kuliahmu dalam waktu 4 tahun?
2. Kalimat perintah, contoh : Tolong matikan lampu di ruangan ini!
3. Kalimat harapan, contoh : Semoga saya bisa lulus kuliah tepat waktu.


Kalimat proposisi dibagi menjadi 4 aspek yaitu berdasarkan bentuk, berdasarkan sifat, berdasarkan kualitas, dan berdasarkan pada kuantitas. Dari keempat aspek tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini:




1. Berdasarkan Bentuk


Ada 2 jenis proposisi berdasarkan bentuk yaitu:
a. Proposisi tunggal, yaitu proposisi yang terdiri atas 1 subjek dan 1 predikat.
    Contoh : Semua mahasiswa harus rajin belajar, Ani harus rajin belajar.
b. Proposisi jemuk, yaitu proposisi yang terdiri dari 2 predikat.
    Contoh :Semua mahasiswa 3KA01 sedang belajar bahasa Indonesia dan menulis kalimat.


2. Berdasarkan Sifat


Ada 2 jenis proposisi berdasarkan sifat yaitu:
a. Proposisi Kategorial, adalah proposisi yang berhubungan antara subjek dan predikat tidak memerlukan
    syarat apapun.
b. Proposisi Conditional, adalah proposisi yang hubungan subjek dan predikat memerlukan syarat tertentu.
    Contoh : Seandainya saya menjadi dosen, saya akan mengajar dengan baik.
    Proposisi Conditional dibagi 2 :
    1. Hipotesis, adalah proposisi yang memerlukan syarat.
    2. Disjunctive, adalah proposisi yang mengandung 2 pilihan.
        Contoh : Gusdur itu budayawan atau ulama.


3. Berdasarkan kualitas


Ada 2 jenis proposisi berdasarkan kualitas yaitu:
a. Proposisi Afirmatif atau positif, adalah proposisi dimana ada kesesuaian antara subjek dan predikat.
    Contoh : Semua dokter adalah orang pandai.
b. Proposisi Negatif, adalah tidak ada kesesuaian antara subjek dan predikat.
    Contoh : Semua gajah adalah harimau.


4. Berdasarkan Kuantitas


Ada 2 jenis proposisi berdasarkan kuantitas yaitu:
a. Umum atau universal, contoh : Semua mahasiswa memiliki KTM.
b. Khusus atau spesifik, contoh : Sebagian mahasiswi Gunadarma menggunakan jilbab.




Sumber :
Catatan kuliah mata kuliah Bahasa Indonesia.