Jumat, 07 Mei 2010

Musuh adalah "Sahabat" Tersembunyi

Tahukah kamu? Siapa orang yang paling sering memperhatikan kita? Siapa orang yang membuat kita bisa menjadi lebih baik? Siapa orang yang sebenarnya lebih mengetahui kelemahan dan kejelekan kita daripada sahabat-sahabat kita? Jawabanya adalah "Musuh". Percaya atau tidak musuhlah yang selalu memperhatikan kita setiap hari, musuhlah yang membuat kita bisa intropeksi diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, musuhlah yang selalu mecari kelemahan dan kejelekan kita setiap saat, jadi sebenarnya musuhlah yang lebih memahami dan memperhatikan kita setiap harinya. 
Antara sadar atau tidak, kebanyakan musuh adalah sahabat baik kita. Kebanyakan dari kita, bila membenci seseorang, kita akan menjadi lebih peka dan perihatin pada musuh kita tersebut. Benar atau tidak? Bahkan tanpa disadari jika musuh kita tersebut berbeda jenis kelamin, kita bisa jatuh cinta pada musuh kita. Musuh memang terkadang membuat kita tidak nyaman dalam melakukan sesuatu, ada saja tingkah laku kita yang menurut mereka salah. Namun terkadang musuhlah yang membuat kita merasa terhibur, membuat kita merasa mempunyai teman yang selalu memperhatikan kita, membuat kita menjadi sadar akan kekurangan kita untuk segera intropeksi diri. Musuhlah yang dapat menerima kita apa adanya, menjadi teman kita dari kejelekan dan kelemahan kita bukan dari kelebihan kita. Dialah orang yang sebenarnya membuat hari-hari kita menjadi bermakna. Itulah yang pernah saya alami pada saat saya bersekolah di sekolah tingkat pertama.


1 komentar:

org lembik mengatakan...

i like.. suke post ni..:) baru2 ni saye ade tegur sesorang, atas dasar dan niat yang murni..mungkin cara saye salah..hoho..teruklah saye..wink3**

#kawan sekolah rendah>>>