Kamis, 06 Mei 2010

Pikiran Memiliki Proses Yang Kuat

Berpikir itu sanagt membutuhkan waktu sekejap dan berpikir itu sederhana. Namun menurut buku "terapi berpikir positif karangan Dr.Ibrahim Elfiky yang saya baca, pikiran memiliki proses yang kuat dari tujuh sumber yang berbeda. Tujuh sumber itu memberi kekuatan luar biasa pada proses berpikir dan menjadi referensi bagi akal yang digunakan setiap orang, entah disadari atau tidak.

1. Orang Tua

Proses berpikir yang pertama adalah orang tua. Dari orang tua kita belajar tentang kata-kata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, perilaku, norma, keyakinan agama, prinsip, dan nilai-nilai luhur. Itulah proses berpikir pertama yang kita terima dari orang tua. 

2. Keluarga

Setelah orangtua, kita melihat dari keluarga yaitu saudara laki-laki, perempuan, kakek, nenek, paman, bibi, dan anak-anak mereka. Dari mereka akal menangkap informasi baru dan menggabungkan informasi yang ada.

3. Masyarakat

Masyarakat adalah orang-orang yang berkomunikasi dengan kita yaitu tetangga, tukang sayur, sopir taksi, dan semua orang yang tinggal di lingkungan kita. Akal mengikat informasi dari luar dan disatukan dengan informasi yang sudah tersimpan di bawah alam sadar kita.

4. Sekolah

Lingkungan sekolah yang dimaksud adalah ucapan, perilaku, dan sikap para guru atau pengelola sekolah. Karena sekolah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pembelajaran maka kita akan dengan mudah meniru apa yang ada di sekolah, baik yang positif maupun negatif.

5. Teman

Teman itu paling penting selain orang tua. Teman adalah bukti kebebasan dan bukti penerimaan masyarakat. Dalam berteman, kita sendiri yang menentukan pilihan, tanpa pengaruh orang tua, jadi merupakan aktualisasi diri pertama dalam kehidupan.

6. Media Massa

Siaran televisi juga samgat mempengaruhi kekuatan proses berpikir kita. 

7. Diri sendiri

Pikiran itu lebih dalam dan lebih kuat daripada yang Anda bayangkan. Berpikir melahirkan pengetahuan, pengalaman, nilai, keyakinan, dan prinsip. Pikiran menjadi titik tolak bagi tujuan dan mimpi-mimpi. Pikiran bisa jadi penyebab penyakit kejiwaan dan fisik. Pikiran bahagia membuat kita bahagia dan pikiran sengsara membuat kita sengsara.




Sumber :


Buku "terapi berpikir positif" Karangan Dr.Ibrahim Elfiky

0 komentar: